Tampilkan postingan dengan label I Tell you about This Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I Tell you about This Story. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 September 2014

Mana yang dibilang cinta?

Mana yang dibilang cinta? tapi tak pernah menghormatiku. Mana yang katanya setia? Tapi mengkhianatiku - xxxx 


Aku hanya diam. Sudah beberapa jam lamanya kami duduk berhadapan di sebuah meja di sudut kafe kopi. Satu gelas kopi dan susu pun hampir kehilangan kehangatannya. Ku tunggu dia memulai lagi pembicaraan kami. Tapi dia masih tenggelam dalam emosinya.

Aku takut dia marah. Aku takut dia akan mengatakan hal buruk dalam sebuah hubungan. Ya. Putus. Tapi ku harap tidak. Jangan...jangan katakan itu...

Detik jarum jam di dinding terdengar keras sekali, bersaut sautan dengan detak jantungku saat itu. Ku tetap diam, tak berani berkata apa-apa.

Menatapku tajam, lalu dia berkata, "Anita, Aku letih mengharapkan kebahagiaan lagi. Mana yang dibilang cinta? tapi tak pernah menghormatiku. Mana yang katanya setia? Tapi mengkhianatiku. Mana yang katanya perhatian? tapi aku ditelantarkan..."

Sabtu, 08 Juni 2013

Jemput!



Cerpen satu ini ceritanya juga lucu sih. Aku juga nggak tau, sekarang ini nggak bisa bikin cerpen yang terlalu kompleks masalahnya. Dan aku sekarang tertarik dengan kejadian-kejadian sehari-hari yang memiliki masalah yang simpel, tapi bisa berbagi cerita ke orang lain. 
Friend : Masukin cerita pacaran gue sama doí dong, NIt!
Me : Maunya...! huh..kamu kamu kan komplexxx banget sama dia! males ah..hahaha
Friend : Sompreett....
Me : Udah...baca yang satu ini dulu...


Jemput!


“…..”

Senin, 27 Mei 2013

Rasa Suka, Seperti Sayur Asem


Rumah sakit.
Tenang…
Sunyi, sepi. Dinding-dinding hijau yang memuakkan. Warna pudar yang membosankan. Nyaris kelabu. Tempat dimana tidak ada orang yang bahagia, tentu saja itu adalah rumah sakit. Tidak ada orang yang berharap masuk rumah sakit.
Seseorang duduk sendiri disana. Sepertinya menunggu sesuatu. Wajahnya muram dan tampak gelisah. Dan tiba-tiba dia beranjak berdiri ketika seseorang lainnya memanggilnya. 
“Selamat siang, apakah anda suami dari Lusi?”, Dokter bertanya.